Loyalitas Maldini Turun Temurun
Dengan kekuatannya, dia juga diterima oleh sekolah tinggi AC Milan. Maldini juga selanjutnya telah jalani kiprahnya dengan team senior AC Milan pada umur 16 tahun. Semenjak waktu itu, semenjak 20 Januari 1985, dia bersumpah menjadi rossonero dan menguasaiÃÃâ San Siro.
aolo Maldini dan Raúl González ialah dua pemain yang dulu pernah jadi lambang dua kesebelasan besar Eropa, AC Milan dan Real Madrid. Mereka sebelumnya pernah jadi kapten dan pemain yang tidak terpindahkan di kesebelasannya masing-masing.
Selainnya kesetiaan, jiwa Loyalitas Maldini Turun Temurun yang mereka punyai juga hebat. Perihal ini pula yang membuat mereka bukan hanya disegani oleh teman, tapi juga oleh musuh.
Kesetiaan mereka ke kesebelasan pun tidak perlu ditanyakan kembali. Bujukan upah yang lebih besar dibanding kesebelasan yang lain tidak bisa menggoyangkan mereka. 24 tahun dedikasi Maldini untuk Milan (1985-2009) dan 16 tahun dedikasi Raúl untuk Madrid (1994-2010) ialah faktanya.
Meskipun sepanjang profesi sepakbola profesionalnya Raúl bukan hanya perkuat Madrid seperti Maldini yang cuma perkuat Milan, kesetiaan Raúl masih tetap pantas dipandang. Kepindahnya dari Madrid lebih sebab keterpaksaan, bukan kemauan dari dirinya.
"Saya awalnya telah tiba ke San Siro King88bet saat saya tetap kecil, dan sudah pasti ketahui dongeng-dongeng mengenai tempat itu," Maldini menceritakan. "Lalu pertamanya kali saya duduk di bench, saya ingat waktu itu laga di antara Milan menantang Fiorentina di bawah siraman hujan salju. Sebenarnya saya waktu itu memang mengharap tidak dimainkan karena sedikit takut."
"Itu benar-benar mengerikan," Maldini bercerita kiprahnya saat menantang Udinese. "Tetapi saya pikirkan jika saya telah lumayan mampu untuk main di tingkat itu. Saya masih ingat pada beberapa saat awalnya, saya memperoleh bola, lalu mengembalikan pada penjaga gawang. Kemudian, saya baru mengetahui, saya sedang main di Serie A."
Ya, karena Milan, Maldini capai pada king88bet login alternatif di mana dia main di Serie A, merealisasikan harapan tiap pemain sepak bola muda di Italia. Karena itu, semenjak waktu itu, dia tidak lagi berkeinginan untuk bela Juventus dan pilih AC Milan sebagai kesebelasan yang dia sayangi, di mana selanjutnya dia cuma bela AC Milan sepanjang kariernya.